mbi.my.id – Budidaya ikan dalam ember atau yang lebih dikenal dengan istilah budikdamber akhir-akhir ini populer di masyarakat. Bahkan, ada beberapa kepala daerah yang meminta para warganya menggeluti budikdamber untuk menunjang kebutuhan makan dan ekonomi keluarga.

Budikdamber sebenarnya bukan termasuk bisnis baru, namun menjadi tren di tengah pandemi Covid-19. Adalah Juli Nursandi, dosen budidaya perikanan di Politeknik Negeri Lampung yang pertama kali mencetuskan istilah budikdamber.

Juli Nursandi mengaku melakukan penelitian teknik budikdamber pada 2015 lalu. Berkat ‘kampanye’ di media sosial yang dilancarkan oleh Juli Nursandi, budidaya ikan dalam ember ini akhirnya dikenal masyarakat luas.

Nah, kali ini akan dibahas apa itu budikdamber dan bagaimana cara mempraktikkannya. Simak dengan saksama!

Budikdamber

Apa itu Budikdamber?

Seperti disebutkan di atas, budikdamber merupakan singkatan dari budidaya ikan dalam ember. Namun ketahuilah, Anda juga bisa menanam sayuran di atas ember tersebut.

Ya, budikdamber sangat memungkinkan Anda untuk memelihara ikan sekaligus menanam sayuran di atas permukaan airnya. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena Anda bisa menjalankan dua jenis usaha sekaligus.

Menariknya, budidaya ikan dalam ember ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Anda bisa memanfaatkan ruang atau lahan kosong yang tidak besar di rumah untuk menggeluti usaha ini.

Bujet yang dikeluarkan pun sangat minimalis. Sebab, Anda tidak akan ‘dirisaukan’ dengan peralatan dan perlengkapan yang membutuhkan dana banyak untuk membelinya. Bahkan, Anda bisa lho memanfaatkan barang bekas atau yang sudah tidak digunakan lagi untuk memulai usaha budikdamber.

Budikdamber Jadi Tren di Tengah Pandemi

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini menuntut masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas di rumah. Pada saat pandemi ini-lah, kita mengenal istilah bekerja dari rumah/work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tentunya, melakukan aktivitas di rumah saja akan memunculkan rasa bosan. Rasa bosan ini-lah yang mendorong sebagian masyarakat untuk mencari ‘hiburan’ di tengah pandemi.

Ya, pandemi ini bisa dikatakan mendorong kemunculan bisnisbisnis tren yang bisa dilakukan di rumah. Mulai dari bisnis tanaman hidroponik, ghost kitchen, jasa iklan online hingga budikdamber.

Nah, bagi Anda yang belum menggeluti budikdamber, Anda bisa lho memulai usaha ini sekarang juga. Daripada bosan di rumah, tidak ada aktivitas, lebih baik cari hiburan yang menguntungkan di tengah pandemi. Bukankah itu menarik!

Lalu, bagaimana cara memulai dan menjalankan usaha budikdamber? Simak pembahasan selengkapanya di bawah ini!

Ikan dan Tanaman yang Direkomendasikan

Mungkin Anda bertanya-tanya, bisakah ikan dalam jumlah banyak bertahan hidup dan berkembang dengan baik di dalam ember? Jawabannya, sangat bisa!

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua ikan bisa dibudidayakan di dalam ember. Budikdamber hanya direkomendasikan untuk ikan yang mampu bertahan hidup dengan oksigen yang rendah. Dengan kata lain, Anda tidak perlu menambahkan aerator untuk merawat ikan.

Adapun jenis-jenis ikan yang mampu bertahan hidup dengan rendah oksigen, yang bisa dibudidayakan di dalam ember meliputi lele, gurami, gabus, sepat dan patin. Oh ya, ikan cupang hias juga bisa lho dibudidayakan di dalam ember. Apalagi ikan cupang saat ini dihargai mahal sehingga bisa dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan.

Sementara itu, tanaman yang bisa ditanam di atas ember adalah kangkung, genjer dan bayam Brasil. Tanaman cabai pun bisa lho tumbuh dan berkembang dengan baik di atas ember.

Perlu diketahui, dari sejumlah ikan dan tanaman yang bisa dipelihara dengan teknik budidamber itu, ikan lele dan tanaman kangkung menjadi ‘primadona’ bagi para pebisnis. Pasalnya, lele dan kangkung mudah dirawat dan cepat tumbuh besar serta menguntungkan jika dijadikan usaha.

Cara Memulai Usaha Budikdamber

Budikdamber

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan semua peralatan dan perlengkapan yang diperlukan. Jika Anda masih pemula, direkomendasikan untuk memilih ikan lele dan tanaman kangkung karena perawatannya mudah.

Selain itu, siapkan ember besar yang bisa menampung air sebanyak 80 liter, gelas plastik bekas, arang batok kelapa, kawat, tang dan solder (atau alat pelubang lainnya). Setelah peralatan dan perlengkapan sudah siap, saatnya membuat media budikdamber.

Isi ember besar dengan air sebanyak 60 liter. Direkomendasikan untuk menggunakan air sumur (jika ada) agar terhindar dari zat-zat kimia yang bisa membuat ikan cepat mati. Kemudian, masukkan benih ikan lele di dalam ember tersebut.

Setelah media budikdamber beres, saatnya Anda membuat media tanam untuk kangkung. Caranya, lubangi gelas plastik dengan solder atau alat pelubang lainnya. Potong tanaman kangkung dan sisakan bagian bawahnya saja.

Kemudian, letakkan kangkung yang sudah dipotong itu ke dalam gelas. Letakkan juga arang batok kelapa sebanyak 60 – 80 persen dari ukuran gelas. Terakhir, buatlah pengikat gelas dengan kawat yang telah dipotong.

Oh ya, sebaiknya taruh 10 – 12 media tanam kangkung di dalam ember yang dapat menampung air sebanyak 80 liter. Bisa juga Anda meletakkan media tanam kangkung kurang dari 10 buah.

Budikdamber itu mudah. Siapa saja bisa melakukannya. Modalnya kecil, namun sangat menjanjikan.

Cara Merawat Budikdamber

Cara merawat ikan lele dan tanaman kangkung di dalam ember sangatlah mudah. Pasalnya, Anda hanya perlu melakukan perawatan lele dan kangkung sebagaimana umumnya.

Seperti diketahui, kangkung membutuhkan sinar matahari yang cukup. Jadi, taruhlah ember di tempat yang terkena sinar matahari langsung yang tidak terlalu panas.

Kemudian, untuk perawatan lele, Anda perlu memberinya makan 2 – 3 kali sehari. Cari pakan pelet yang paling direkomendasikan untuk mempercepat tumbuh kembang lele.

Jangan lupa untuk mengganti air ketika sudah kotor atau berbau tidak sedap. Direkomendasikan bagi Anda untuk mengganti air 7 – 14 hari sekali agar ikan lele tetap terus dalam keadaan sehat.

Oh ya, untuk penggantian air, sebaiknya lakukan teknik penyedotan 6 – 7 liter air saja. Kemudian, masukkan air baru ke dalam ember.

Cara Memanen Budikdamber

Budikdamber

Panen kangkung bisa dilakukan 14 hari setelah penanaman awal. Dengan catatan kangkung yang ditanam tumbuh dengan baik. Kemudian, untuk panen kedua, ketiga dan seterusnya, Anda bisa melakukannya dalam rentang waktu 10 – 14 hari. Perlu diketahui, pemanenan dilakukan dengan memotong tunas bagian bawah tanaman kangkung.

Baca juga:

Oh ya, kangkung pada umumnya mampu bertahan hidup selama empat bulan. Jadi, setelah usianya mencapai empat bulan, Anda harus mengganti tanaman kangkung baru yang sehat.

Sementara itu, panen lele bisa dilakukan 60 hari sejak dimasukkan ke dalam ember. (Lagi-lagi) dengan catatan lele yang Anda pelihara mengalami pertumbuhan yang apik.

Setelah melakukan pemanenan lele, segera kuras ember yang dijadikan tempat untuk budidaya lele itu. Kemudian, untuk melanjutkan ‘perjalanan bisnis Anda’, isi dengan benih lele baru yang sehat.

Itulah pembahasan tentang budikdamber, bisnis yang lagi tren di tengah pandemi. Selain dijadikan bisnis, Anda bisa lho memanfaatkan hasil panen lele dan kangkung untuk dimakan sendiri dan para penghuni rumah lainnya. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like